Jagad sabana melingkar alam semesta
Melantun suara merdu keselosor penghuni ciptaan
Bergelombang tinggi merantas dari tirto keheningan
Penjaga, tusukan sebilah keris tuntunan jiwa
Dikatakan; pegang keris syari’at menuju hakekat
Tapaki dinamika penuh angkara kalungkan ma’rifat
Barangkali khawari’qul a’dat antar ke depan singgahsana
Jika aku malaikat, tak perlu aku senang dalam mawar dunia
Jika aku setan, aku hanya perlu menghasut pemegang mawar
Malaikat dan setan adalah makhluk statis
Dimana tetap tawakal meski ditaruh diberbagai lahan
Aku hanyalah aku, terlahir sebagai jaban bayi dari keturunan abu basyar
Mendendangkan pujian keagungan melawan bisikan
Gending ati manungso metamorfosa sang rasa
Karena aku tak dapat menemukan
apa itu kata kesepian dalam jiwa
kugilakan diri dihadapan pesona padang sahara
karena aku tak dapat mengucapkan
apa itu kata kerinduan yang mendalam
kubalut kebelengguan asmara di sebuah kalam
karena aku tak dapat mengungkapkan
apa itu kata cinta yang bermuara
kutenggelamkan semua dalam lautan do’a
Kehidupan yang biasa kutapaki
Kupersembahkan untuk sang paduka raja
Perjalanan yang sering aku susuri
Kuhidangkan mewah demi sang paduka raja
Amar ma’ruf yang diperintahkan
Tak bisa ku membangkang dan melawan
Namun, dirasa berat terlalu di sepelekan
Nahi mungkar yang di amanahkan
Dianggap hal umum yang diamalkan
Naudzubillah min dzalik, teteskan mutiara mata
Aku, hambamu hanya bisa menyerahkan jasad ini
Aku, hambamu hanya bisa memberikan ruh ini
Semua kan kuikhlasan,,,
Kepantasan atau kelancangan,
Engkaulah sebagai paduka yang memberi kebijakan
Lantas bukan para telunjuk-telunjuk yang membuat dasar
Padukalah semua titik fil akhiroh
Dengarlah para saudaraku, anak-anaku, cucuku
Tak akan puas menggali mutiara dalam dunia
Tak akan habis nafsu makan emas kefana’an
Coba kau tengok jendela, kau kan sambangi Ars
Merindingkan bulu kudukmu, hingga tak mampu berdiri
Iling-iling siro manungso
Uripmu ono ing alam dunyo
Duh Gusti mugi paringo ing margi kaleresan
Kados margining manungso
Kang panggih kenikmatan
Sanes margine manungso
kang paduko laknati
Oleh; EM Latif