pagi menunggu sang mentari
dijajaki dengan fasilitas teknologi
purnama tenggelam digantikan esok hari
orang-orang sudah bersibuk ria dengan aktivitasnya
tanpa menoreh belas kasihan kepada sesama
akankah negeri ini hanya akan menjadi kepuasan individu saja
meraut dan menumpuk harta benda
ketiadaan intregitas para wakil rakyat
menggoncangkan negeri ini bersilumtan kapitalis
menyengsarakan rakyat kecil membahagiakan penguasa
tak ada advokasi kaum proletar
malah kecondongan pada kaum penguasa
hukum dibeli demokrasipun kebeli
penderitaan dimana-mana
inikah yang namanya negara demokrasi
inikah yang namanya cinta rakyatnya
selamat datang di negara penderitaan
dijajaki dengan fasilitas teknologi
purnama tenggelam digantikan esok hari
orang-orang sudah bersibuk ria dengan aktivitasnya
tanpa menoreh belas kasihan kepada sesama
akankah negeri ini hanya akan menjadi kepuasan individu saja
meraut dan menumpuk harta benda
ketiadaan intregitas para wakil rakyat
menggoncangkan negeri ini bersilumtan kapitalis
menyengsarakan rakyat kecil membahagiakan penguasa
tak ada advokasi kaum proletar
malah kecondongan pada kaum penguasa
hukum dibeli demokrasipun kebeli
penderitaan dimana-mana
inikah yang namanya negara demokrasi
inikah yang namanya cinta rakyatnya
selamat datang di negara penderitaan