MARKETING MIX


A. PENGERTIAN MARKETING MIX
            Marketing mix merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen.[1]
            Marketing mix  merupakan variabel-variabel terkendali ( controllable ) yang dapat digunakan perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dari segmen pasar tertentu yang dituju perusahaan.[2]
B. CONVENIENCE GOOD, SHOOPING GOOD, SPECIALTY GOOD
            Barang konsumsi juga dapat digolongkan berdasrkan kebiasaan membeli dari konsumen[3] 
  1. Barang konvenien ( Convenience good ), yaitu barang konsumsi yang mudah digunakan, dibeli berulang-ulang, bisa dibeli setiap waktu dan disembarang tempat, dan dengan usaha seminimum mungkin serta tanpa pertimbangan. Misal: rokok, sabun, koran, dan sebagainya.
  2. Barang shopping ( Shopping good ), yaitu barang konsumsi yang dipilih dibeli konsumen, setelah membanding-bandingkan atas dasar mutu, harga, model dan kecocokan. Misal; perabot rumah tangga, pakaian, dan sebagainya.
  3.    Barang spesial ( Specialty good ), yaitu barang konsumsi yang mempunyai ciri khas, hanya dapat dibeli pada tempat tertentu saja, dan konsumen bersedia berusaha payah dalam pembeliannya. Misal; peralatan photografi, barang-barang seni, barang-barang dengan macam dan merek tertentu, dan sebagainya.

C. RELASI MARKETING MIX, CONVENIENCE GOOD, SHOOPING GOOD,         SPECIALTY GOOD
            Dalam marketing mix terdapat empat bagian yaitu 4P (Produk, Price, Place, promotion). convenience good, shooping good, specialty good termasuk golongan dari produk, jadi jika kita membicarakan tentang ketiga hal tersebut tidak terlepas dari apa yang namanya marketing mix pada bagian produk.
            Barang convenience yang merupakan barang kebutuhan sehari-hari banyak diminta dan untuk itu konsumen tidak bersedia melakukan perjalanan jauh dan membuang waktu yang terlalu banyak, sehingga untuk memperolehnya dilakukan dengan usaha yang minimal. Umumnya produk ini harganya relatif rendah dan pembelinya biasanya dilakukan pada tempat-tempat yang paling mudah terlihat dan mudah dicapai dan didapat serta dalam jumlah satuan yang tidak begitu besar (kecil). Barang ini seharusnya tersedia dengan cukup dan meratasampai ke outlet atau tempat para konsumenitu tinggal. Dalam distribusi barang ini, biasanya dipakai distribusi intensif, di mana jumlah penyalur yang dipakai sebanyak mungkin, sehingga dapat tersebar secara luas untuk mencapai segala pelosok di mana konsumen berada.
            Barang shopping (Shopping goods) merupakan barang yang dibeli dengan usaha membanding-bandingkan satu produk dengan produk lainnya atau shopping terlebih dahulu. Umumnya produk ini terdiri dari barang bermodel atau fashion goods dan jasa (service goods). Harga dan kualitas produk ini biasanya dibanding-bandingkan oleh pembeli anatara toko satu dengan toko lainnya. Oleh karena itu, penyebarannya dilakukan melalui beberapa outlet tertentu saja dengan distribusi yang selektif. Biasanya produk ini didistribusikan secara terpusat pada pusat-pusat pembelanjaan (service center).
            Barang special (specialty good) merupakan produk yang spesial, baik dari segi keunikan produk itu maupun dari segi penggunaan atau mereknya. Biasanya harga produk tidak menjadi masalah bagi konsumen, karena yang dipentingkan adalah mutu atau kualitas atau merek terkenal, dan pembelianya dilakukan jarang sekali dengan harga yang relatif mahal. Pemasaran produk ini dilakukan melalui toko-toko yang spesifik dan terpilih serta outlet yang sedikit dan betul-betul bonafit. Distribusi produk ini dilakukan dengan apa yang dikenal sebagai exclusive distribution.[4]
           



[1] Prof. DR. Sofjan Assauri, M.B.A. “ Manajemen Pemasaran”, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2010. Hlm. 198
[2] Drs. Basu Swastha Dharmmesta dan Drs. T. Hani Handoko, “ Manajemen Pemasaran Analisa Perilaku Konsumen”, Yogyakarta : BPFE-YOGYAKARTA, 2000. Hlm. 124
[3] Drs. Basu Swastha Dharmmesta dan Drs. T. Hani Handoko, “ Manajemen Pemasaran Analisa Perilaku Konsumen”, Yogyakarta : BPFE-YOGYAKARTA, 2000. Hlm. 20
[4] Prof. DR. Sofjan Assauri, M.B.A. “ Manajemen Pemasaran”, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2010. Hlm. 239-240