keberingasan para birokat memenjarakan produk kampus
prosedur menekan mental para mahasiswa yang dijadikan ternak
harus sepatu, baju rapi bahkan surat permohonan ijin
mereka hanya dikerucutkan ke akademisi
diberi fasilitas-fasilitas, melupakan kritisasi
pembekuan universitas kembali terjadi
mengulang era tahun 1974 setelah malari
karena intervensi rezim yang berkuasa
kebijakan-kebijakan yang selalu memberatkan
tangan-tangan dewa bertindak semaunya
tanpa adanya demokratisasi di negeri putih orange
masih terasa imperialisasi di tiap-tiap penjuru
ironis sekali ,,apa yang terjadi
inikah yang katanya cinta mahasiswanya,,,?
inikah yang katanya Kampus demokrasi,,,?
dimanakah nilai kemanusiaan yang kau berikan?
Selamat datang di kampus penderitaan,,?
Em Latif
Jogja, 2 Agustus 2011