Cerita kemarin
siang yang kutulis hari ini, dari pojok sebuah warung. Ditemukan beberapa
mutiara dari penari jari didepanku, ketika aku ditanya hal apa yang paling
menyenangkan dalam hidupku. Waktu itu yang ada dipikiran tentang hal yng paling
menyenangkan ialah menikmati segala yang kukerjakan seperti halnya ngopi.
Namun, dia menjawab dengan ketika aku bisa sendiri dan aku memikirkan tentang
ketenangan tanpa mengganggu tetangga sebelah yang ramai, persis pasar malam.
Dari cerita singkat seperti itu aku mencoba merangkai beberapa kata, sembari
menoleh dibelakangku duduk wanita manis bersama cowoknya..hehehe
Puisi malam,
dari kisah tadi siang yang ku dapat dari bang amink, lewat refleksi panasnya
bahari, ditemani secangkir kopi dan beberapa batang rokok;
Petapa sunyi
Dari hati,
tutur dan lakumu untuk bersikap
Begitu pula
cara-Nya menyikap
Saat engkau
mencoba, sembunyikan raga dari keramaian jasad
Merundung
sunyi ditengah kota
Mungkin pujian
akan menyerbu, menjadikan gejolak kehawatiran
Engkau akan
ketakutan terbawa bandang arus jasad
Karena engkau
sedang mendiami blumbang keheningan bersama-Nya
Engkau juga
pasti menumpuk rasa cemas beruwujud emas
Sebab godaan
akan kesenangan menghujam
Engkau tak
akan berpaling dari-Nya
Limpahan cahaya
dan kearifan diberikan,
Kan membuat
pujian datang menghampiri dan melanda, berbahagia
Bukan sebab
bangga (kepala membesar),
Namun, Dia-lah
yang menghantar kereta gerbong pujian
Em Latif
Yogyakarta,2015