SAJAK PERPISAHAN

sebenarnya puisi yang terangkai ini berada ditengah ketidak sanggupanku tuk menjadikan kalimat indah bermakna, namun semua itu harus dijadikan menjadi puisi, yang dilafalkan dengan hikmat. singkat cerita, ada teman yang menginginkan menampilkan puisiku dalam acara penutupan kkn malam tadi, semoga puisi menjadi makna meski hanya berupa kata. ku dedikasikan untuk seluruh teman kelompokku dan semua masyarakat ujung samudera sebuah desa kecil ujung yogyakarta; klepu, semoga manfaat:


Sekar Desa
tapak perjalanan para pecinta
arungi kerakal tajam menghadang, tak henti laju hijrah disudut jogjakarta
temukan arti paseduluran dibukit sabana

jejak bakti bukan memetik setangkai bunga biji
mengukir atas pahatan-pahatan jalan nurani
dari bangku penuh ambisi tak mewangi
buka hati mengisi benih-benih generasi rabani
dari ujung mbah dim hingga timur mbah mannan
luweng kecil sempat menjadi persinggahan
tercatat kisah kehidupan
tawa canda senang sedih bahagia adalah tangis penempaan
merupakan ikhtiar menempuh sebuah kekhusyukan
lantunan irama gelombang jiwa
runtuhkan darah yang menggumpal para saudara
lengkingan panjang menyayat tua muda
mangkat bukan ujung tuk menghentikan langkah
terselubung jauh hal yang buta dialam bazrah
keluarga sabana, mencatat sejarah indah
alunan takbir membasuh najis atas luput manusia
mengiringi kepulangan sebaris keluarga
limpahan lu'lu ul mengalir deras celah bulu mata
tundukan kepala para penduduk desa
restu panjang untaian sajak benih benih cinta
riho illahi doharapkan wasilah orang tua
disaksikan jutaan pasang mata, diamini para penghuni surga
em latif
gunung kidul, 29 agustus 2015