Air mataku iringi lahkahmu



Sudah kusimpan rasa ini
semenjak kau hadir dimataku

Membawa butiran asmara
menusuk-nusuk kalbu

Sudah aku duga ada sebuah perasaan
yang kamu bungkus untukku

Dengan balutan kasihmu
sepenuh sayang isi hatimu

Namun apa daya, aku sungguh tak kuasa
Rencana Tuhan sungguh rahasia

Kamu diperlihatkan padaku
sebagai gelas-gelas kaca

Hanya sekejap dalam tangkapan mata
lalu ditarik, menghilang dan sirna

Kamu perempuan yang pernah ada
menghiasi hidupku dengan lentera

Menjadi permata
kilauannya penuh cinta

Aku ikhlaskan semua pada-Nya
yang menjadi penulis akan takdir kita

Kini kau bersanding dengan orang lain
laki-laki pilihan orang tuamu

Biar...air mataku mengiringi cintamu dengannya
menuangkan rasa tangisku akan cintamu

Biar...doaku ini yang menyertaimu ke jalan pelaminan
semoga samawa sampai dipenghujung kehidupan

Em Latif
Jogja,11 Januari 2017