Derai-derai air mata
mengiringi langkahmu bersamanya
bibirku beku bergemetaran
tak sanggup mengeluarkan sepatah kata
Air mata siapa yang mampu menahan
bila yang dicinta ada didepan mata
bergandeng, melangkah menuju pelaminan
dengan orang yang dijodohkan orang tuanya
Hancur, hancur bahtera cintaku
diterjang gelombang dilahap prahara
Sakit, sakit hati ini
pengarungan samudra cinta tak sampai ke tepi
Aku tak mengerti waktu mengkelabuhi
perjalanan kisah kasih kita selama ini
semua sirna, impianku telah mati
kutermangu di sisa-sisa hari
Semua ini pupus sudah
aku dan kamu telah terpisah
aku tenggelam dikedalaman
engkau berenang dengannya ke pelaminan
Em Latif
Jogja, 26 Januari 2017