Perasaan ini sungguh terlalu memburuku
mengejar-ngejar, megoyak hatiku
Aku seperti binatang yang pantas tuk diburu
melempar tombak kata menusuk hati
Tercabik-cabik antara kosong atau menolong
sisakan tombak menancap dalam di dada
Kadang aku terlalu liar untuk sekedar dimakan
hingga aku tak paham cinta yang ku lempar berbalas dengan dendam
Menderap laraku, tak satupun tau
Mengerti pun mereka tak mampu
Yang dikepalanya, seperti kereta
kata lewat, kalimat menyayat
Sungguh terdengar ada canda
padahal yang kurasa itu peninggalan duka
Duka dalam luka
luka tumpangan kereta kata-kata
Lalu, seberapa lama Tuhan akan menitipkan sabar padaku?
atau akan terus memberi seperti ini, bahwa sabar tak berujung?
Ambilkanlah aku selayak air tuk bersuci
menyegarkan hati, terus terselimuti
hanya pada sang illahi aku kan kembali
Em Latif
Jogja, 22 Januari 2017