Kota bukan mahkota
yang bisa didamba dan dipuja
tempatnya, pengumbar dosa
Kota bukan serpihan surga
baju kurang kain dimana-mana
samarkan pandangan mata
Kota bukan samudera cinta
mengorbankan Tuhannya
menyembah tuannya
Kota bukan pusat cahaya
gemerlap tiap sudut jalan-jalan
kerlap-kerlip dusta, kamuflase belaka
Kota ajang arena
orang-orang berebut kuasa
daging saudara, dilahap tanpa rasa
Kota adalah rimba hitam
saling memangsa, katanya berjuang
entah siapa, apa dan bagaimana
Kota, aku mulai bosan
dengan canda tawa yang kau berikan
kepalsuan-palasuan manusia
Kota tidaklah kau bisa diam
sejenak saja, tanpa suara sumbang
aku ingin berenang
Em Latif
Jogja, 21 Januari 2017