ku tahan rasaku



Maafkanlah aku yang tak pernah menemuimu
bukan aku tak memperdulikanmu
bukan pula aku tak mengerti akan keadaanmu
namun, ini adalah yang terbaik

Jalan kita sudah jauh berbeda
bukan cerita cinta seperti dulu kala
yang pernah berjanji di atas kata
melangkah berdua dalam suka duka
namun semua sirna, di terpa bencana

Apa daya aku hanya orang biasa
yang sekedar merangkai kata-kata
menjadi untaian cinta yang tersirat
bukan orang berharta yang tertangkap mata
dimana setiap saat mudah melayukan bunga-bunga

Biar hasrat ku pendam
jauh-jauh didasar angan
kisah-kisah menjadi puing-puing arca
bahwa aku dan kau pernah merajut cinta
mengasihi dan memberi

Sudahlah tak perlu tuk berair mata
sisakan tuk orang yang kelak disampingmu
aku dan kau sekarang sudah tak bersama
bukan sekedar ruang dan waktu
rindu pun sudah tak kupangku

Andaikan ku dapat ungkap rasa
bukan sekedar badai atau gelombang
bumi pun enggan meretakkan tubuhnya
hanya tuk menjadi jalan atas rasaku
rasa cintaku padamu
namun, ku bungkam semua itu untukmu

Yang sekarang ingin aku kata
aku tak pernah ada kata perpisahan
karena tak cukup kata untuk melukiskan
betapa jatuhnya aku padamu
semua kupendam, ku tahan

Em Latif
Jogja, 23 Januari 2017