Malam, telah datang
mencoba mengisi hati
dengan purnamamu
hiasi lewat kerlap kerlip bintangmu
namun, semua itu tak mampu menggantikannya di lubuk hatiku
Malam, mulai merayu
menggodaku dengan teduh
menyapa dengan gemerincing halus
namun, semua itu tak mampu mengantikan nada-nada suaranya yang merdu
Malam, kembali bergoyang
tunjukkan keindahan suasanan
mengirim gemricik lirih air langit
namun, semua itu tak mampu menggantikannya yang membuatku syahdu
Malam cemburu
terus menggoda dan menggoda
namun, semua godaanya lancut
sebab tembok rinduku padamu lebih tebal
bahtera cintaku padamu lebih tegar
meski ombak dan badai menghadang
mengguncang-guncang
Malam, ikut berdoa
meneteskan air suci padanya
menyerahkan dirinya tuk tiba dipelukanku
menuju cinta bertaburan bunga-bunga doa
Em Latif
Jogja, 8 Januari 2017