Pudar



Ketika hujan tak turunkan air lagi
dan awan tak membiru kembali
cinta tak akan bersemi

Saat mata tak mampu melihat
dan telinga sudah bosan mendengar
rindu pun terus memudar

Kala mentari enggan menerangi
dan rembulan malu beri senyuman
air mata akan terus berceceran

Dalam waktu, mengandung aku
padaku ada dirimu
namun, itu hanya puing masa lalu

Tubuh cinta tersayat-sayat luka
menjadi derita  tumbuhkan duka
aku hanya sanggup berdo'a

Bila mengingatmu hanya luka?
dan luka membungkus air mata
mengapa kau susupkan cinta padaku?

Rasa; tak se-canda yang kau kira, kekasih?

Em Latif
Jogja, 7 Januari 2017