Apa yang membuatmu menjadikan gunungan api
sehingga air hujan tak mampu memadamkannya
Apa yang menjadikan gelombang amarah
sehingga kau luluh lantahkan tembok-tembok asmara
Dalam hatiku menangis,
dalam diririku terbelenggu belas kasih
apa yang membuatmu seperti ini
Masih ingatkah kamu
kala banjir bandang menghadang
kita hadapi bersama
dengan cinta kita bagai penuhnya purnama
Masih ingatkah kamu
kita tetap memadu cinta
meski langit retak dan bumi berguncang
dua hati tak goyah
Sampai pada ahirnya
kau menghilang, terbawa udara
sisakan serpihan cinta
tinggalkan puing-puing harapapan
Em Latif
Jogja, 7 Januari 2017