RASA




Keindahanmu yang sungguh mempesona
Butakan setiap gerai tatapan bulu-bulu mata
Tirai semerbak rambut hitammu yang terurai
Mengantar aku kembali bersama angin kehadapmu

Diantara rimbun rerumputan yang tak pernah kering
Terselip kembang harum mewangi
Mengiringi setiap langkah setiap jalan yang ku tempuh
Arungi perjalanan menuju sebuah singgahsana
Memetik mahkota dari peribadatan setiap langkah

Buah mutiara tiada tara
Mata berkaca-kaca penuh keharuan
Kusebut Engkau hingga tenggorakan mengering
Sampai dahi ini menyentuh dasar yang paling dasar

Engkau datangkan dia di depan ragaku
Hingga aku tak mampu mengungkap sebuah rasa
Karena semua rasa membelengguku
Engkau antarkan dia masuk dipelupuk mata
Hingga aku tak mampu bicara sepatah kata
Karena semua kata menyebut namamu semata
Engkau bayangkan dia kedalam pikiranku
Hingga aku tak mampu menampung keindahannya
Karena semua sudah tersimpan di jiwa yang dalam
                  
Em Latif
Jogja, 5 April 2013