Matamu itu terus menatap sayu
ada apa gerangan seperti itu?
aku curiga ada cinta dimatammu
yang tak bisa kau wakilkan pada kata-kata
matamu hanya berbisik pada hati
agar mulut tak cepat untuk mengujarnya
Matamu itu terus menatap padaku
berkaca-kaca mendayung-dayung samudera
sudahkah tak kuat engkau menampung rindu?
hingga matamu begitu sayu
Cukupkanlah tatapanmu itu padaku
agar mata tak menanggung rindu atasku
biarlah hati ini yang memangkulnya
lelah letih, nanti juga akan berasa
tiba pula kata keluar atas dasar pembelaan pada hati
Kenapa lagi, kau tetap menatapku
tak bisakah kau sedikit mengedipkan
supaya sejenak aku hilang dari bayang-bayang
ataukah memang kau tak mampu tuk menghilangkanku dari tatapanmu
lalu, bagaimana kau mau menguburku dalam-dalam di hatimu?
Dosakah bila aku mengusirmu?
terhadapan tatapan yang pernah melahirkan cinta
atau bila dengan menyuruhmu pergi
itu akan lebih baik,?
yang hanya ku kantongi luka-luka
Ratna,,,
semenjak aku kenal denganmu
aku menemukan cinta
juga pula aku mengasuh rindu
rindu padamu,,
namun, itu cerita waktu lalu
jauh disana, sudah ada lebih rindu
tinimbang rinduku padamu
Maka ku mohon cukupkanlah air matamu
angkat sajadah kisah kita
lipat saja dan masukan dalam laci kenangan
biarlah aku yang menanggung atas limbah-limbahnya
Ratna,
tak usah lagi kau tangkap wajahku di matamu
iringilah bahtera cinta suamimu, nahkodai agar tak tenggelam
doaku akan menjadi dayung atas bahtera kalian berdua
Ratna,
semoga engkau bahagia
Em Latif
Jogja, 26 Januari 2016