rindu 'kekasih'(untuk harry roesly)



Cerita hidup yang telah digariskan Tuhan pada hambanya adalah keberagaman, taka da yang sama, namun semua berasal dan awal dari hal yang sama. Sama-sama dari tanah, keturunan abu basyar (adam), sama-sama lahir dalam keadaan fitrah ketika kemunculan didunia, bak melengkingnya seruling-seruling indah tangis mereka. Gregetnya seperti gonjangan gempa yang menggoncangkan seluruh alam, serta airmatanya menjadi banjir bandang yang menenggelamkan kaum Nabi Nuh karena tidak mengikuti ajakannya. Manusia juga diberi alat untuk merasakan segala sesuatu baik dalam atau luar yakni “hati”. Dan mereka yang telah buta atau digelapkan “hati” bukan berarti ia akan selamanya tenggelam dalam kegelapan, namun sebisa mungkin cahaya akan tetap menembus dan berusaha menyinarinya.
Urusan hati disini saya hanya menyentuh satu kata namun bermakna lua yakni “rindu”. Setiap orang pasti akan, pernah atau sedang mengalaminya, karena ini sudah dikodratkan seperti itu. Karena aku sendiri juga lagi merakan apa itu “rindu”, yang mana rindu untuk sang maha pencipta. Tak dipungkiri juga rindu akan kekasih yang sedang dalam proses penempaan (mencari) belum diperlihatkan, atau sudah diperlihatkan namun belum tau bahwa dialah yang kulihat. Sungguh lucu hidup ini, seperti aroma kasturi yang mewangi tapi belum tau dimana sumbernya. Lewat itu, mungkin lirik lagu karya harry roesli yang dinyanyikan virgiawan listanto (Iwan Fals) yang berjudul “rinduku” cukup untuk menggambarkan sosok rindu seorang anak petani mendamba kedatangan mahesa yang kelak kan menjadi peneman semasa hidup dan mengiringi bersama dalam keabadian tempat yang kekal cipataan Tuhan.

Tolong rasakan ungkapan hati
Rasa saling memberi
Agar semakin erat hati kita
Jalani kisah yang ada
Ku tak pernah merasa jemu
Jika kau selalu disampingku
Begitu nyanyian rinduku
Terserah apa katamu
Rambutmu…matamu
Bibirmu…kurindu
Senyummu…candamu
Tawamu…kurindu
Beri aku waktu sedikit lagi
Menatap wajahmu
Esok hari ini atau nanti
Mungkin tak kembali

Oleh; Harry roesli
-----------------------------------------
Tolong rasakan ungkapan hati
Rasa saling memberi
Agar semakin erat hati kita
Jalani kisah yang ada

Ya,,Tuhan menciptakan umatnya dengan hal yang berbeda-beda, ada hitam-putih, kriting-lurus, gendut-kurus, tinggi-pendek dll. Itu semata-mata Tuhan sangat cinta pada umatnya, bukan saling membedakan namun semua itu demi kerukunan bersama lewat kereta hatimu. Tidak untuk saling menggurui, yang berjung debat menjatuhkan, namun saling berlomba dalam pencapaian menuju cahaya dan perjalannmu akan mengukir kisah-kisah yang kan menjadi panduanmu kelak. Demikian pula dengan kekasih, dua orang merajut asmara terkadang lupa akan hal seperti ini. Ketika masih hijau asmaranya saling memuji, menggombal sana-sini mencari perhatian akan lawan jenisnya. Namun kereta juga ada stasiunnya, ketika pada pahit-pahitnya mereka tidak mau mengicipi yang disajikan, ibarat kopi pahit yang terlalu banyak menghardikknya karena tidak manis. Apa itu!! Tidak selaras dengan kelompak asmara yang baru mau tumbuh..janji sana-sini hanya menjadi tinja semata. Tak mau menerima yang pahit, hanya mengicipi yang manis saja (munafik). Dalam hal seperti ini yang sangat menghawatirkan, bahwasanya cinta bukan untuk dipilah-pilah, emang pilkada?pilpres? atau sejenisnya, ketika dipilih karena iming-iming terus dipuja-puja, setelh kepilih dan ada pahitnya, dicaci. Cinta adalah menerima segalanya, tidak ada memilih pahit atau manis, tinggal engkau nikmati dan genggam erat cintamu dengan dasaran hatimu yang paling lembut supaya cahaya-cahaya tak lelah untuk memberi sinar pada cintamu.

Ku tak pernah merasa jemu
Jika kau selalu disampingku
Begitu nyanyian rinduku
Terserah apa katamu

Hati adalah kunci, akan cinta setiap insan. Bagaimana mungkin orang hidup tanpa orang lain? Bagaimana mungkin orang tidak mempunyai nurani jika ia masih bisa merakan rindu? Dan bagaimana mungkin orang buta bisa mem”baca” kalau taka ada hati? Jadi jika ada kerikil hingga batu kali menghadang jangan ditinggalkan kekasihmu tuk menghadapi sendirian. Ada gelas bening sedikit saja langsung buat ngacak, ada rumput hijau masih duduk dipinggir pohon langsung digoda, hingga melupkan apa yang menjadi janji suci pertama. Jangan sekali-kali engkau mengecewakan apa yang telah diikrarkan, jika kau menginginkan mendaki gunung asmara. Satu lagi, ingatlah Tuhan tidak menciptakan satu jiwa dua hati! Maka saat engkau dibuat berpaling dari makhluk-Nya, engkau sedang diarahkan pada-Nya. Saat seperti ini nikmatilah kebersamaan dengan-Nya, matikan kecenderunganmu lekas hidupkanlah kesadaranmu.

Rambutmu…matamu
Bibirmu…kurindu
Senyummu…candamu
Tawamu…kurindu

Semua itu hanya perumpaan akan sifat-sifat yang ada pada-NYa. Dan semua adalah secumlik kecil dari yang maha segalanya. Bagaimana engkau tidak akan rindu jika jiwamu melayang entah kemana? Bagaimana engkau tidak akan rindu jika hatimu masih bisa merakan rasa? Bagaimana engkau tidak rindu jika tiada tara yang merindukanmu selain-Nya? Sungguh aku merindukannya, dari tidurku hingga mataku masih tetap menyala. Lewat sujud-sujudku aku memanggil nama-Mu, lewat tafakurku aku merindukan-Mu, dan setiap langkah perjalanan waktu ku sebut nama-Mu. Jika harus begitu, bagimana aku tak merindukan-Mu? Sungguh buta hatimu jika kau tak bisa merasa, bahkan dusta jika harus berpaling dari-Nya.

Beri aku waktu sedikit lagi
Menatap wajahmu
Esok hari ini atau nanti
Mungkin tak kembali

Bagaimana hatimu bisa menangkap akan cahaya yang datang bila dirimu masih terpikat baying-bayang? Saadarlah, dunia hanyalah keindahan yang menipu buka oase dipadang sahara. Bila engkau disibukkan olehnya (dunia) dan hatimu terpincu pikatannya, maka engkau akan habis kehilangan kesempatan memperbaiki lakumu. Engkau memang niscaya hidup didunia yang tidak baqo’ ini, dank arena niscayanya pula engkau disibukkan oleh beberapa urusan apa yang ada didalamnya. Namun, jangan sampai “lupa” engkau harus segera pulang. Dan engkau butuh bekal untuk menempuh perjalanan kekampung halaman. Nicayalah pula yang akan membawa perubahan dan hati hanya bisa menerima cahaya-Nya saat engkau lepas dari belenggu bayang-bayang. Masihkah kau membutuhkan jalan waktu? Atau kah semua akan menghilangkan?...benderanglah hidupmu.

Ditulis, dalam keadaan terpuruk; karena mencoba menembus puncak pikiran sing lagi mumet mencari kekasih. Merindukan kekasih….di madrasah cinta, bersama alunan musik mesra.

Em Latif
Jogja, 6 Februari 2015