Sepanjang waktu di kotamu
ku menapak dari tepian jalan
melangkah kebebasan
trotoar-trotoar ada tapakku
hitam putih ada di mataku
Sepanjang hidup di kotamu
ku menaruh cinta pringwulung
semakin tinggi, semakin dalam
ku tahan, ku pendam
tak mampu ku ungkapkan
Sepanjang menatap di kotamu
ku hanya menyembunyikan rasa
bahagia, senang tak dikenalkan duka
ku abadikan dalam kata-kata
makna rasa didalam sukma
Sepanjang hari di kotamu
ku tak berasa, tak sadar
telah banyak pergantian masa
ungkapan yang tertahan
biarlah menjadi bunga kenangan
Sepanjang aku di kotamu
ku terus menangkap bayang-bayangmu
kini aku gulung semua itu
dalam sebuah puisi
puisi dari hati untuk ratnasari
Sepanjang tentangmu terus ada di hatiku
menyala terang tak kan kupadamkan
meski sekedar bungkusan kenangan
engkau, perempuan yang pernah ku sayang
Em Latif
Jogja, 28 Januari 2017