Terdengar tangismu di balik pintu
tersedu-sedu bercampur pilu
melanda hati kesedihan kisah kekasih
menduakanmu, bermain-main api
Bisikan bait-bait malam
terus melantun masuk relung-relung
menahan supaya air tak jatuh dari mata
membasahi lantai hati
Kulit tak merasa perih mendalam
kala tersayat mata pisau
namun, tak akan sembuh dengan mudah
sayatan pada hati bila di perciki api
Bila semua sudah terjadi
mentari enggan bersemi
gelap menggantikannya
membutakan pandangan, mengaburkan rasa
Tulis kesedihanmu
ditembok-tembok abadi
kan ku baca dan kurasa
bahwa aku siap menggantikannya
Em Latif
Jogja, 21 Januari 2017