Tuan, tak sebercanda itu



Tuan,
Tak ada rindu yang mampu mengganti
padamu ini, semakin menggebu-gebu
menantimu melangkahkan kaki ke hadapku

Tuan,
Tak ada cinta yang mampu berbunga
selain padamu, terus memilin
bunga-bunga cinta atasmu

Tuan,
Tak ada sayang yang membuatku kepayang
selain mabukku padamu, terus ku tuang
cawan-cawan asmara kita bersulang

Tuan,
Air mata ini tak runtuh begitu saja
teruntuk mu tuan, segalanya
derai-derainya penuh akan dirimu

Tuan,
Biarlah aku jadi nisanmu yang menera namamu
Biarlah aku jadi lubang yang menampung jasadmu, untuk tidur tenang

Tuan,
Adakah cinta selain padamu?
bila ada, dimanakah senyumannya
bila tak ada, mengapa kau selalu hadirkan para mahesa
untuk sekedar menggoda?

Tuan,
Cinta ku tak seber-canda itu
rindu ku tak guyon dalam gupon
sayangku tak ketul selembek katul

Em Latif
Jogja, 19 Januari 2017