Ngapak tegak grak
Ngapak tegak grak
Riung di sudut barat jawa tengah
bukan sumbang laen asing kala telinga kerasukan ngapak
Bung Pablo, Broto, kepala suku
biasa di sapa, biasa di pangku namanya
dari pergerakan, buruh, pejabat hingga pedagang kaki lima
tiada luput namanya
Bukan ingin mendramakan manusia
namun sudah pantas cahayanya mulai di biakkan
pedoman manusia-manusia
mungkin manusia ini sebagian kecil yang ada
yang diciptakan Tuhan untuk merubah sebagian umatnya
Malam datang ia membuka mata
mencari sebagian rizki yang tersorot purnama
kaleng, botol, kardus dan barang bekas setia menemani do'a-do'anya
menyambut fajar, koran menghadang
siap untuk diperdagangkan
Dut,,dut,,,dut,, bising motor butut
pinjaman, investasi kantor kerjanya
usang dan tua, melaju senang
lempar koran, depan rumah langganan
ini sebagian perjuangan
Gerobak tua, di parkiran pinggir jalan
depan angkringan, tempat pagiku sarapan
datang dan menyapa
ngobrol ngalor-ngidul sambil kebal-kebul
gerobak tua siap maju, jualan beras kencur
Sebagian cerita akan namanya
bila mana singkat, kata tak pernah cukup menulisnya
sosok revolusioner sejati
tersemat dalam hati
mengakar dalam bumi
Jogja istimewa salah satunya ada dia
manusia unik, dari pinggir sungai gajah wong
Em Latif
Jogja, 29 Januari 2017