jangan pernah menjadi kenangan


Apa engkau tidak merasa
aku yang selalu mencinta
dengan setulus jiwa
tetapi, mengapa engkau terus tak pedulikan aku

Aku yang selalu memperhatikanmu
di ruang dan waktu-waktumu
sepanjang nafas ku hembus
entah kenapa engkau tak menyadari kehadiranku

Jalanan yang berlubang
pohon-pohon pinggir jalan yang tumbang
tak menjadi penghalang untuk tetap sayang
namun mengapa aku hanya sekedar bayang-bayang

Keras hatimu yang membatu
ku coba kikiskan meski sedikit jemu
ku cucuri terus dengan air qolbu
segeralah engkau membukakan pintu

Ku akui lelah yang ku hadapi
menjadi sebongkah bukti dan saksi
aku memasuki sebuah hati
hati perempuan yang suci

Tanah yang ku genggam
tempat ku berharap dan menggarap
cinta ku tuk meluluhkanmu
menjadi permaisuri, cahayaku

Malam malam gelap biarlah menyapa
menjadi tanda akan cerita-cerita
yang terus memanjatkan do'a
supaya engkau tak pernah menjadi kenangan

Em Latif
Jogja, 9 Februari 2017