Di putaran waktu aku dipertemukan denganmu
inginku menyapamu dengan bahasaku
namun isyaratku terbalas dengan teka-tekimu
Di ujung bangku terlihat buritmu
kembang-kembang mawar menghiasi
tengkuluk khodro'un mu
di bawah lembayung rembulan
Dengan membirai wajahmu di bola mataku
sudah cukup untukku
walau aku belum tau akan nama dan cerita tentangmu
Bila rasa yang mendorong hatiku
adalah rasa yang terlarang
kenapa Tuhan menggumahkan rasa cinta
yang begitu dalam dari lubukku
Aku juga tak mengerti yang di bawa naghma
risalah asmara atau memapah duka
yang ku pahami aku sedang berlayar
mengarungi semestanya
Em Latif
Jogja, 17 Februari 2017