nifak


Sedari dulu aku menyaksi
korat-karit tatanan jerami
seharusnya menjadi sebuah bunyi
merdunya bahana kecapi
berubah tombak yang menusuk-nusuk hati

Dari dalam aku menyelam
di sekitar aku menggayuhkan tangan
memancat kaki agar tetap seimbang
arus bawah mulai tak tenang
senggal-senggol niat baik kawan

Dari permukaan aku mengambang-ambang
menyeimbangkan biar tak guncang
menafakuri segala yang ada dalam diri
sungguh mengapa semua ini terjadi?

Aku di bawa melayang oleh kukila
menahan tekanan-tekan hampa
yang mengusik-usik peradaban bawah
agar tak menjatuhi gedung-gedung
yang masih porak-poranda

Matahari pun tak kunjung datang
malam hanya gelap gulita
purnama enggan menampakkan parasnya
miris peradaban kami, tanpa kirana

Sudah kuyup dengan air binasa
di hujam batu-batu kematian
tak sedikit usaha untuk lupa
malah merajalela membuat angkara

Adakah sedikit sorot binar?
sungguh keluputan ini ikhtiar penyesalan

Em Latif
Jogja, 14 Februari 2017