Tak berarti lagi perjalanku di sajadahmu
warna-warna sudah menjadi kelabu
meniti pilu tercurah dariku
air mata membasahi langkahku
menuju padamu sudah bayang-bayang semu
Tak mungkin aku kembali
di hangat pelukanmu
sungguh berat tapakku bila aku harus didepanmu
Sajadah yang dulu kita pintal
menjadi jalan atas nama cinta
hilang beriring cepatnya roda kehidupan
musnah diterpa angin malam
Biarlah ku relakan semua itu
sekuat apapun diriku mencintaimu
namun bila takdir tak mendekatkanmu padaku
itu hanya akan menjadi gulungan kenangan
Meski hati perih dan letih
semua tak membuatku semakin ringkih
bila nanti kamu kembali di anganku
itu hanya kunang-kunang
mengedipkan sepercik cahaya
bahwa kamu dan aku sempat menyemat cinta
Em Latif
Jogja, 2 Februari 2017